26 April 2009

Dasar-Dasar Keamanan Sistem Informasi

Terminologi

Kriptografi (cryptography) merupakan ilmu dan seni untuk menjaga pesan agar aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure). Para pelaku atau praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan sebuah persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya kedua persamaan tersebut memiliki hubungan yang cukup erat. Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi (encryption). Ciphertext adalah pesan yang sudah tidak dapat dibaca dengan mudah. Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi (encryption). Ciphertext adalah pesan yang sudah tidak dapat dibaca dengan mudah.


Enkripsi

Enkripsi digunakan untuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Dengan enkripsi data anda disandikan (encrypted) dengan menggunakan sebuah kunci (key). Untuk membuka (decrypt) data tersebut digunakan juga sebuah kunci yang dapat sama dengan kunci untuk mengenkripsi (untuk kasus private key cryptography) atau dengan kunci yang berbeda (untuk kasus public key cryptography). Gambar



Secara matematis, proses atau fungsi enkripsi (E) dapat dituliskan sebagai: E(M) = C (1)

dimana: M adalah plaintext (message) dan C adalah ciphertext. Proses atau fungsi dekripsi dapat dituliskan sebagai: D(C) = M


Keamanan sebuah algoritma yang digunakan dalam enkripsi atau dekripsi bergantung kepada beberapa aspek. Salah satu aspek yang cukup penting adalah sifat algoritma yang digunakan. Apabila kekuatan dari sebuah algoritma sangat tergantung kepada pengetahuan (tahu atau tidaknya) orang terhadap algoritma yang digunakan, maka algoritma tersebut disebut “restricted algorithm”. Apabila algoritma tersebut bocor atau ketahuan oleh orang banyak, maka pesan-pesan dapat terbaca. Tentunya hal ini masih bergantung kepada adanya kriptografer yang baik. Jika tidak ada yang tahu, maka sistem tersebut dapat dianggap aman (meskipun semu).


Meskipun kurang aman, metoda pengamanan dengan restricted algorithm ini cukup banyak digunakan karena mudah implementasinya dan tidak perlu diuji secara mendalam. Contoh penggunaan metoda ini adalah enkripsi yang menggantikan huruf yang digunakan untuk mengirim pesan dengan huruf lain. Ini disebut dengan “substitution cipher”.


Substitution Cipher dengan Caesar Cipher

Salah satu contoh dari “substitution cipher” adalah Caesar Cipher yang digunakan oleh Julius Caesar. Pada prinsipnya, setiap huruf digantikan dengan huruf yang berada tiga (3) posisi dalam urutan alfabet. Sebagai contoh huruf “a” digantikan dengan huruf “D” dan seterusnya. Transformasi yang digunakan adalah:

plain : a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z cipher: D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C


ROT13

Substitution cipher yang masih umum digunakan di sistem UNIX adalah ROT13. Pada sistem ini sebuah huruf digantikan dengan huruf yang letaknya 13 posisi darinya. Sebagai contoh, huruf “A” digantikan dengan huruf “N”, huruf “B” digantikan dengan huruf “O”, dan seterusnya. Secara matematis, hal ini dapat dituliskan sebagai: C = ROT13(M)


Untuk mengembalikan kembali ke bentuk semulanya dilakukan proses enkripsi ROT13 dua kali

M = ROT13 (ROT13(M)

ROT13 memang tidak didisain untuk keamanan tingkat tinggi. ROT13, misalnya digunakan untuk menyelubungi isi dari artikel (posting) di Usenet news yang berbau ofensif. Sehingga hanya orang yang betul-betul ingin membaca dapat melihat isinya. Contoh penggunaan lain adalah untuk menutupi jawaban dari sebuah teka teki (puzzle).

Caesar cipher dan ROT13 disebut juga “monoalphabetic ciphers” karena setiap huruf digantikan dengan sebuah huruf. Mono alphabetic cipher ini agak mudah dipecahkan dengan menganalisa ciphertext apabila beberapa informasi lain (seperti bahasa yang digunakan) dapat diketahui. Salah satu cara penyerangan (attack) yang dapat dilakukan adalah dengan menganalisa statistik dari huruf yang muncul. Stallings dalam bukunya menunjukkan statistik kemunculan huruf dalam tulisan bahasa Inggris.


Multiple-letter encryption

Untuk meningkatkan keamanan, enkripsi dapat dilakukan dengan mengelompokkan beberapa huruf menjadi sebuah kesatuan (unit) yang kemudian dienkripsi. Salah satu contoh multiple-letter encryption adalah “Playfair”.


Penggunaan Kunci

Salah satu cara untuk menambah tingkat keamanan sebuah algoritma enkripsi dan dekripsi adalah dengan menggunakan sebuah kunci (key) yang biasanya disebut K. Kunci K ini dapat memiliki rentang (range) yang cukup lebar. Rentang dari kemungkinan angka (harga) dari kunci K ini disebut keyspace. Kunci K ini digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi sehingga persamaan matematisnya menjadi:

EK(M) = C

DK(M) = M

Keamanan sistem yang digunakan kemudian tidak bergantung kepada pengetahuan algoritma yang digunakan, melainkan bergantung kepada kunci yang digunakan. Artinya, algoritma dapat diketahui oleh umum atau dipublikasikan. Usaha untuk memecahkan keamanan sistem menjadi usaha untuk memecahkan atau mencari kunci yang digunakan.

Usaha mencari kunci sangat bergantung kepada keyspace dari kunci K. Apabila keyspace ini cukup kecil, maka cara brute force atau mencoba semua kunci dapat dilakukan. Akan tetapi apabila keyspace dari kunci yang digunakan cukup besar, maka usaha untuk mencoba semua kombinasi kunci menjadi tidak realistis.

Keyspace dari DES, misalnya, memiliki 56-bit. Untuk mencoba semua kombinasi yang ada diperlukan 2⁵⁶ kombinasi.


Aplikasi dari Enkripsi

Contoh penggunaan enkripsi adalah program Pretty Good Privacy (PGP), dan secure shell (SSH). Program PGP digunakan untuk mengenkripsi dan menambahkan digital siganture dalam e-mail yang dikirim. Program SSH digunakan untuk mengenkripsi sesion telnet ke sebuah host.


Pengenalan Keamanan Jaringan

Masalah keamanan merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sistem informasi. Sayang sekali masalah keamanan ini sering kali kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi. Buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasi menyeluruh tentang keamanan sistem informasi dan dapat membantu para pemilik dan pengelola sistem informasi dalam mengamankan informasinya.

Informasi saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada di sebuah “information-based society”. Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi komersial (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual (pribadi). Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang teknologi komputer dan telekomunikasi.

Sangat pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ke tangan pihak lain (misalnya pihak lawan bisnis) dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi. Sebagai contoh, banyak informasi dalam sebuah perusahaan yang hanya diperbolehkan diketahui oleh orang-orang tertentu di dalam perusahaan tersebut, seperti misalnya informasi tentang produk yang sedang dalam development, algoritma-algoritma dan teknik­teknik yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. Untuk itu keamanan dari sistem informasi yang digunakan harus terjamin dalam batas yang dapat diterima.

Jaringan komputer, seperti Lokal Area Network dan Internet, memungkinkan untuk menyediakan informasi secara cepat. Ini salah satu alasan perusahaan atau organisasi mulai berbondong-bondong membuat LAN untuk sistem informasinya dan menghubungkan LAN tersebut ke Internet. Terhubungnya LAN atau komputer ke Internet membuka potensi adanya lubang keamanan (security hole). Ini sesuai dengan pendapat bahwa kemudahan (kenyamanan) mengakses informasi berbanding terbalik dengan tingkat keamanan sistem informasi itu sendiri. Semakin tinggi tingkat keamanan, semakin sulit (tidak nyaman) untuk mengakses informasi.

Menurut G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.

Keamanan dan management perusahaan

Seringkali sulit untuk membujuk management perusahaan atau pemilik sistem informasi untuk melakukan investasi di bidang keamanan. Di tahun 1997 majalah Information Week melakukan survey terhadap 1271 system atau network manager di Amerika Serikat. Hanya 22% yang menganggap keamanan sistem informasi sebagai komponen sangat penting (“extremely important”). Mereka lebih mementingkan “reducing cost” dan “improving competitiveness” meskipun perbaikan sistem informasi setelah dirusak justru dapat menelan biaya yang lebih banyak.

Meskipun sering terlihat sebagai besaran yang tidak dapat langsung diukur dengan uang (intangible), keamanan sebuah sistem informasi sebetulnya dapat diukur dengan besaran yang dapat diukur dengan uang (tangible). Dengan adanya ukuran yang terlihat, mudah­mudahan pihak management dapat mengerti pentingnya investasi di bidang keamanan. Berikut ini adalah berapa contoh kegiatan yang dapat anda lakukan:

· Hitung kerugian apabila sistem informasi anda tidak bekerja selama 1 jam, selama 1 hari, 1 minggu, dan 1 bulan.

· Hitung kerugian apabila ada kesalahan informasi (data) pada sistem informasi anda. Misalnya web site anda mengumumkan harga sebuah barang yang berbeda dengan harga yang ada di toko anda.

· Hitung kerugian apabila ada data yang hilang, misalnya berapa kerugian yang diderita apabila daftar pelanggan dan invoice hilang dari sistem anda. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk rekonstruksi data.

Meningkatnya Kejahatan Komputer

Jumlah kejahatan komputer (computer crime), terutama yang berhubungan dengan sistem informasi, akan terus meningkat dikarenakan beberapa hal, antara lain:

· Aplikasi bisnis yang menggunakan (berbasis) teknologi informasi dan jaringan komputer semakin meningkat. Sebagai contoh saat ini mulai bermunculan aplikasi bisnis seperti on-line banking, electronic commerce (e-commerce), Electronic Data Interchange (EDI), dan masih banyak lainnya. Bahkan aplikasi e-commerce akan menjadi salah satu aplikasi pemacu di Indonesia (melalui “Telematika Indonesia” [14] dan Nusantara 21) dan di seluruh dunia.

· Desentralisasi server sehingga lebih banyak sistem yang harus ditangani dan membutuhkan lebih banyak operator dan administrator yang handal. Padahal mencari operator dan administrator yang handal adalah sangat sulit.

· Transisi dari single vendor ke multi-vendor sehingga lebih banyak yang harus dimengerti dan masalah interoperability antar vendor yang lebih sulit ditangani.

· Meningkatnya kemampuan pemakai di bidang komputer sehingga mulai banyak pemakai yang mencoba-coba bermain atau membongkar sistem yang digunakannya.

· Kesulitan dari penegak hukum untuk mengejar kemajuan dunia komputer dan telekomunikasi yang sangat cepat.

· Semakin kompleksnya sistem yang digunakan, seperti semakin besarnya program (source code) yang digunakan sehingga semakin besar probabilitas terjadinya lubang keamanan.

· Semakin banyak perusahaan yang menghubungkan sistem informasinya dengan jaringan komputer yang global seperti Internet. Potensi sistem informasi yang dapat dijebol menjadi lebih besar.


Klasifikasi Kejahatan Komputer

Kejahatan komputer dapat digolongkan kepada yang sangat berbahaya sampai ke yang hanya mengesalkan (annoying). Menurut David Icove [5] berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:

1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security): termasuk akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan. Beber­apa bekas penjahat komputer (crackers) mengatakan bahwa mereka sering pergi ke tempat sampah untuk mencari berkas-ber­kas yang mungkin memiliki informasi tentang keamanan. Misal­nya pernah diketemukan coretan password atau manual yang dibuang tanpa dihancurkan. Wiretapping atau hal-hal yang ber­hubungan dengan akses ke kabel atau komputer yang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini. Denial of service, yaitu akibat yang ditimbulkan sehingga servis tidak dapat diterima oleh pemakai juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini. Denial of service dapat dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan atau membanjiri saluran komunikasi den­gan pesan-pesan (yang dapat berisi apa saja karena yang diuta­makan adalah banyaknya jumlah pesan). Beberapa waktu yang lalu ada lubang keamanan dari implementasi protokol TCP/IP yang dikenal dengan istilah Syn Flood Attack, dimana sistem (host) yang dituju dibanjiri oleh permintaan sehingga dia menjadi ter­lalu sibuk dan bahkan dapat berakibat macetnya sistem (hang).

2. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel): terma­suk identifikasi, dan profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pekerja). Seringkali kelemahan keamanan sistem informasi bergantung kepada manusia (pemakai dan pengelola). Ada sebuah teknik yang dikenal dengan istilah “social engineering” yang sering digunakan oleh kriminal untuk berpura-pura sebagai orang yang berhak mengakses informasi. Misalnya kriminal ini berpura-pura sebagai pemakai yang lupa passwordnya dan minta agar diganti menjadi kata lain.

3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (com­munications). Yang termasuk di dalam kelas ini adalah kelemahan dalam software yang digunakan untuk mengelola data. Seorang kriminal dapat memasang virus atau trojan horse sehingga dapat mengumpulkan informasi (seperti password) yang semestinya tidak berhak diakses.

4. Keamanan dalam operasi: termasuk prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga ter­masuk prosedur setelah serangan (post attack recovery).

Aspek computer security

Menurut Garfinkel [3] keamanan komputer (computer security) melingkupi empat aspek yaitu:

1. Privacy. Inti utama aspek privacy adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Sebagai contoh, e-mail seorang pemakai tidak boleh dibaca oleh administrator. Usaha­usaha yang dapat dilakukan termasuk penggunaan enkripsi.

2. Integrity. Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin merupakan contoh masalah yang harus dihadapi. Sebuah e-mail dapat saja “ditangkap” di tengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan ke alamat yang dituju. Penggunaan enkripsi dan digital signa­ture, misalnya, dapat mengatasi masalah ini.

3. Authentication. Aspek ini berhubungan dengan metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud. Masalah pertama, membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking dan digital signa­ture. Watermarking juga dapat digunakan untuk menjaga “intelectual property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat . Masalah kedua, yaitu access control, berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi.

4. Availability. Aspek ini berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat menghambat atau meniadakan akses ke informasi. Contoh ham­batan adalah serangan yang sering disebut dengan “denial of ser­vice attack”, dimana server dikirimi permintaan palsu yang bertubi-tubi sehingga tidak dapat melayani permintaan lain. Con­toh lain adalah adanya mailbomb, dimana seorang pemakai dikir­imi e-mail bertubi-tubi (katakan ribuan e-mail) sehingga sang pemakai tidak dapat membuka e-mailnya atau kesulitan mengak­ses e-mailnya (apalagi jika akses dilakukan melalui saluran tele­pon).

Serangan Terhadap Keamanan Sistem Informasi

Security attack, atau serangan terhadap keamanan sistem informasi, dapat dilihat dari sudut peranan komputer atau jaringan komputer yang fungsinya adalah sebagai penyedia informasi. Menurut W. Stallings [13] ada beberapa kemungkinan serangan (attack):

· Interruption: Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Serangan ditujukan kepada ketersediaan (availability) dari sistem.

· Interception: Pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses aset atau informasi. Contoh dari serangan ini adalah “wiretapping”.

· Modification: Pihak yang tidak berwenang tidak saja berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset.

· Fabrication: Pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesan-pesan palsu ke dalam jaringan komputer.

Mengapa berbasis Internet

Sistem informasi saat ini banyak yang mulai menggunakan basis Internet. Ini disebabkan Internet merupakan sebuah platform yang terbuka (open platform) sehingga menghilangkan ketergantungan perusahaan pada sebuah vendor tertentu seperti jika menggunakan sistem yang tertutup (proprietary systems).

Selain alasan di atas, saat ini Internet merupakan media yang paling ekonomis untuk digunakan sebagai basis sistem informasi. Hubungan antar komputer di Internet dilakukan dengan menghubungkan diri ke link terdekat, sehingga hubungan fisik biasanya bersifat lokal. Perangkat lunak (tools) untuk menyediakan sistem informasi berbasis Internet (dalam bentuk server web, ftp, gopher), membuat informasi (HTML editor), dan untuk mengakses informasi (web browser) banyak tersedia. Perangkat lunak ini banyak yang tersedia secara murah dan bahkan gratis.

Keamanan Sistem Internet

Untuk melihat keamanan sistem Internet perlu diketahui cara kerja sistem Internet. Antara lain yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara komputer di Internet. Untuk mencapai sebuah komputer tujuan, paket informasi harus melalui beberapa sistem (router, gateway, hosts) dahulu. Setiap titik yang dilalui memiliki potensi untuk dibobol .

11 Maret 2009

Sistem NTFS di Flash disk

temen2 bisa lho ngerubah sistem Flashdisk dengan tipe NTFS caranya :

1. Masuk ke device manager atau Klik kanan My Computer > Properties >pilih device manager

2. Trus pilih Disk Drive dan pilih Flashdisk yang pengen di format dengan sistem NTFS, trus klik kanan pilih Properties.
  • Setelah terbuka pilih > Tab Policies.
  • Pilih > Optimize for performance > klik OK
3. Setelah itu format flash disk deh kayak biasa. ke windows exploler > klik kanan pada flash disk > pilih format > pilih deh sistem NTFS > Pilih Start.

nah, klo dah sistem nya berubah jadi NTFS, maka klo mo cabut flash disk harus safety remove hardware dulu. beda sama sistem FAT, klo FAT langsung cabut flash disk juga gpp tanpa harus safety remove hardware. gitu,,, met mencoba ya...

26 Oktober 2007

Geng Motor di Bandung

Write By Kevin
From SSFC Mailing List

Disumpah, Geng Motor Berani Merampok Dan Membunuh
Kamis 25 Oktober 2007, Jam: 9:37:00 BANDUNG (Pos Kota) - Awalnya geng
motor hanya kumpulan anak-anak remaja yang hobi ngebut dengan motor, baik
siang maupun malam hari di Kota Bandung. Mereka melakukan balapan motor
alias trek-trekan di jalanan umum. Tapi kini, geng motor kini sudah
meresahkan masyarakat, karena sepak terjangnya makin beringas.

Kelompok ini sekarang sudah menyebar ke berbagai wilayah, meski organisasi
induknya tetap berada di Kota Bandung, Jawa Barat.

Untuk mengetahui, kenapa mereka berubah brutal dan jahat, kita mesti lebih
dulu mengetahui latarbelakang organisasinya dan doktrin yang diterapkan
saat mereka direkrut yang disebut sumpah.

Setiap anggota geng motor dalam sumpahnya, harus berani melawan polisi
berpangkat komisaris ke bawah. Anggota harus berani melawan orangtuanya
sendiri. Sumpah terakhir, anggota harus bernyali baja dalam melakukan
kejahatan.

Demikian tiga sumpah anggota geng motor di Bandung dalam ?buku putihnya?
yang ditemukan polisi pada tahun 1999. Dokumen setebal 20 halaman yang
diamankan Kapolwiltabes Bandung saat itu, Kolonel (Kombes-Red) Yusuf
Mangga Barani, nampaknya menjadi ?sumpah? atau patokan geng motor selama
ini.

4 GENG TERKENAL
Berdasarkan penyelidikan, ada empat geng terkenal di Kota Bandung, yakni
Exalt To Coitus (XTC), Grab On Road (GRB), Berigadir Seven (Briges) dan
Mounraker yang pada hakikatnya memiliki ?ideologi? sama, mencetak anggota
dari kalangan siswa SMP dan SMA menjadi remaja yang berperilaku jahat dan
tak lepas dari tiga sumpah di atas. Anggota bukan saja laki-laki, tetapi
banyak juga remaja putri yang senang ngumpul-ngumpul, berbaur dengan
putra.

Merujuk dari tiga poin doktrin geng motor tersebut, dapat dimaklumi kalau
mereka selalu berbuat jahat karena termotivasi doktrin yang ada di
kumpulanya itu. Hanya saja, aksi kejahatan mereka kini semakin membabi
buta. Bukan saja sebatas tawuran atau merampas sepeda motor, tapi mereka
sudah berani merampok dan membunuh. Masalah kejahatan inilah yang kini
jadi ?momok? warga Bandung untuk keluar pada malam hari. Dan sering
membuat kewalahan polisi untuk memberantasnya.

POTONG JARI
Geng XTC berdiri pada tahun 1982 di Kota Bandung. Dengan menancapka
bendera putih biru muda bergambarkan lebah itu awalnya didirikan
sekelompok anak SMA swasta elite di kota ini. Rekruitmen anggota terus
digenjot kelompok ini. Sehingga pada usia belasan tahun geng ini mampu
menarik anak sekolah dan dengan cepat berkembang di daerah-daerah di Jawa
Barat.

Exalt To Coitas tercatat beranggotakan di atas 5.000 orang. Anggota ini
tersebar mulai Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Ciamis, Garut, Tasikmlaya,
Sumedang, Cianjur, Subang, hingga Cirebon dan Kuningan. Sejalan dengan
tipe lebah, anggota geng tersebut selalu kompak bila ada anggotanya yang
disakiti anggota geng lain. Bagaikan lebah, ketika disakiti, mereka terus
memburu musuh-musuhnya yang menggangu kenyaman hidup mereka.

?Kami mengakui kalau XTC merupakan geng terbesar di Bandung dibanding tiga
geng lainnya. Kekuatan semakin besar egonya pun tak ketulungan. Walau geng
lain tak menggangu, XTC selalu membuat masalah,? kata sejumlah pentolan
geng motor yang menolak ditulis namanya.

XTC geng motor yang terkuat saat ini. Jumlah anggota semakin bertambah,
sehingga ?daerah jajahan? nya pun semakin luas. Semula XTC hanya menguasai
sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mulai Jalan Peta, Buahbatu, Gatot
Subroto dan Jalan Diponogoro. Namun, belakangan, daerah kekuasaan geng ini
semakin bertambah dan mampu mencaplok daerah Jalan Dago, Pasteur hingga
Kiaracondong.

Dengan adanya eksvansi daerah kekuasaan ternyata banyak menyinggung
kewibawaan geng motor lainnya di Kota Bandung. Buntunya, percikan
pertengkaran dan saling serang menyerang terus terjadi meski harus
menumbalkan nyawa anggotanya.

?Diakui atau tidak, geng XTC dimusuhi tiga geng lainnya. Ini bukan impian
tapi kenyataan,? kata para remaja di Bandung.

Dalam membuat anggota baru, XTC memiliki cara tersendiri. Para anggota
yang datang dari lingkungan sekolah SMP dan SMA selalu digodok di daerah
Lembang selama empat hari untuk mengikuti training loyalitas.

Polisi jajaran Polwiltabes Bandung mencatat, training loyalitas yang
diterapkan bukan berupa pelajaran sekolah, melainkan berupa penggojlokan
fisik mulai ditendang diinjak dan dipukul. ?Penyiksaan ala IPDN terhadap
praja lebih ringan dibanding penyiksdaan di XTC. Dan cuplikan gambar
tersebut ada di ?CD? yang berhasil diamankan Polwiltabes, ? kata sejumlah
anggota polisi.

Yang lebih parah lagi, semua anggota baru yang lulus dalam uji loyalitas,
harus mengikuti tes terakhir ketika mereka pulang ke rumah. Tes itu berupa
mengendarai sepeda motor Lembang-Bandung tanpa harus menggunakan rem.
?Latihan ini yang kini terus dikembang dalam aksi kejahatan perampasan
perampokan dan penyerangan di tengah jalan,? kata dia. Anggota XTC
memiliki keunikan tersendiri dalam organisasinya.

Setiap orang mengundurkan diri dari keanggotaanya yang bersangkutan
diharuskan potong jari kelingking. Upacara ini menandakan kesetiaan
seseorang terhadap geng. Luar biasa !

MINUM DARAH ANJING
Berbeda dengan geng motor Brigadir Seven (Briges) dalam merekrut anggota
barunya. Tiga doktrin utama seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan
berlaku jahat di tengah malam terus dikembangkan pada tubuh geng yang
semula beranggotakan siswa SMA 7 Bandung. Terhadap anggota baru, Komandan
Briges terus melakukan uji nyali mulai keterampilan dalam beraksi hingga
mereka diharuskan minum darah anjing dan ayam. Konon, dua darah ini bisa
menubuhhkan rasa berani pada diri seseorang.

Dengan keberaniannya dalam beraksi, Briges mengalami perkembangan cukup
lumayan. Di bawah bendera negera Jerman bergambarkan kelelawar hitam,
Briges terus mengembangkan sayap dalam dunia geng hingga mengalami
kekuatan kedua setelah XTC.

Dalam dunia ?pergengan? di Bandung, Briges yang berdiri pada tahun 1980-an
menempati posisi kedua dan sekaligus musuh bubuyutan XTC.

Beberapa tahun belakangan, Briges berubah arti. Semula Brigadir Seven,
tiba-tiba pada tahun 1999 berubah menjadi Brigadir Gestapu. Ketika nama
Gestapu melekat pada kelompok mereka aksi brutalnya pun semakin
menjadi-jadi. Setiap hari terus tawuran dan menyerang sekolah-kolah di
Bandung. Tak kurang dari seminggu tiga kali, Beriges selalu bentrok dengan
XTC.

Dalam pencaturan wilayah kekuasaan, Briges hanya mengendalikan beberapa
jumlah ruas jalan yang ada di Bandung. Jalan Lengkong Kecil dan Besar,
tempat sekolah mereka berdiri, merupakan daerah kekuasaan utamanya yang
tak bisa diganggu siapapun. Ketika nyalinya semakin tinggi, Jalan Asia
Afrika berhasil diambilalih termasuk Jalan Sudirman kota Bandung.

Moonraker, geng motor yang beridiri pada tahun 1978. Para pendiri geng ini
merupakan siswa SMA yang ada di Jalan Dago yang mencintai dunia balapan
motor pada waktu itu. Nama geng itu sendiri diambil dari judul film James
Bond yang sedang naik daun pada waktu itu. Dalam pencaturan jumlah anggota
geng ini di bawah Briges. Kecilnya anggota bukan jadi ukuran dalam dunia
kejahatan.

Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain, beringas, ganas dan selalu
siap perang pada malam hari. Di bawah naungan bendera merah putih biru
bergambarkan kelelawar, Mounraker mampu berkuasa di kota ini. Sepanjang
Jalan Dago, Dipati Ukur dan Dago pojok merupakan wilayah kekuasaanya.
Belakangan geng ini sering bentrok dengan XTC menyusul sebagian wilayahnya
telah dieksvansi geng itu.

Grab On Road (GRB) merupakan geng motor paling bontot di Kota Kembang.
Anggota mayopritas anak SMP 2 yang memiliki hobi balapan setiap malam. Di
bawah bendera merah kining hitam, geng tetap berjalan meski anggotanya
hanya sedikit dibanding tiga geng lainnya.

Daerah kekuasaan mereka sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya.

?Geng ini lamban dalam melakukan perkerutan anggota. Hal itu tertjadi
karena pentolan pengurus masih anak SMP sehingga pola pegembangan
organisasdinya cukup lamban. Kejahatan, jangan ditanya. Beringasnya sama
saja,? kata polisi.

INCAR EMPAT GENG
Empat geng motor yang terus membuat kisruh di Bandung nyatanya turut
mengundang ?amarah? polisi. Tak tanggung-tanggung, Kapolrtesta Bandung
Tengah AKBP Mashudi menegaskan empat geng motor itu yang menjadi inacaran
kepolisian. ? Keempat geng ini incaran kami karena selalu bikin ulah,?
tandasnya.

Polisi mengincar geng motor sangat dimalumi. Pasalnya, dalam dua bulan
terakhir tercatat tiga warga tewas sia-sia akibat dibantai anggota geng
motor. Sebut saja Asep siswa SMA tewas dibantai kemudian mayatnya dibuang
ke sungai di Celenyi Kabupaten Bandung. Kemudian sensi anak SMA tewas
dibantai geng motor dan mayatnya dibuang diselokan daerah margahayu raya.
Korban ketiga PNS Kanwil Bea Cukai Merak Banten

Putu. Korban ini dibantai ketika sedang silaturahmi ke teannya di Bandung.

Aksi kejahatan yang dilakukan geng motor, lanjut Mashudi, sangat monoton.
Mereka berkelompok menyergap merampas dan menguras hartanya. Bila melawan
korban dihabisi. ? Geng ini tak mau bergerak sendirian,? tegasnya. Dari
fakta yang ada, lanjut dia, korban warga biasa (diluar anak sekolah)
dibunuh ketiuka mereka melawan. Alasan melakukan pembunuhan sangat enteng
yaitu salah sasaran.

Jika korban menimpa anak SMA itu murni dibantai karena adanya permusuhan
antara geng. Korban terpaksa dibantai karena diduga menyakiti anggota geng
lain, atau mengkhianati geng yang korban masuki. ? Pengunglapan sangat a
lot karena pelajar yang berhasil ditangkap selalu tutup mulut untuk ketika
ditanya masalah gengnya itu,?.

Berdasar bukti yang ada, anggota geng motor merupakan anak dari para
pejabat yang ada di kota bandung. Melihat status sosial orang tuanya, ada
kesan polisi nampak menutup sebelah mata terhadap aksi kejahatan geng
motor tadi. Namun, Kapolda Jabar Irjen Pol Sunarko, memberikan sinyal,
supaya geng motor yang berulah diproses secara hukum. ?Tak peduli anak
siapa dan darimana, kalau bersalah proises sesuai hokum,? tegas kapolda
kemarin.

BISA MEMBAHAYAKAN
KRIMINOLOG Soedjono, berkomentar blak-blakan masalah geng motor ini. Dia
mengaku blak-blakan atas keburutalan mereka. ?Jangan dibiarkan, bisa-bisa
nantinya membahayakan! ?

Geng motor kata dia, merupakan wadah yang mampu memberikan gejala watak
keberingasan anak muda. Perkembangannya, tak lepas dari trend an mode yang
sedang berlangsung saat itu. ?Aksi brutal itu perlu diredam. Mulanya
berbuat jahat dari yang ringan seperti bolos sekolah, lama-lama mencuri,
merampok dan membunuh. Lumrahnya jika sudah berani jahat ada indikasi
mereka mengkonsumsi narkoba,? kata dia.

Menyikapi masalah ancaman terhadap polisi, demikian Soedjono, perlu
dijadikan alat kaji diri untuk kepolsian. Ancaman mereka nampaknya serius
karena anggota geng mengakui polisi merupakan penghalang utama dalam
melakukan kejahatan. ?Mereka berlaku jahat ujung-ujungnya berusurasan
dengan polisi. Makanya mereka benci polisi,? tuturnya.

Begitu pun membenci melawan orang tua. Mereka sadar karena masih sekolah
sumber keuangan ada di orang tua. Olehgkarenanya, jika orang tua tak
memberi uang cukup, mereka terpoaksa membenci dan mengancam orangtuanya
tadi. Sedang aksi kejahatan berupa perampasan dan perampokan, merupakan
jalan lain untuk m,endapatkan penghasilan. ? Pola piker seperti harus
segera dihentikan,? .

Solusi konkret yang perlu ditempuh adalah, kepolisian haruis konsisten
memberantas mereka. Kemudian DInas pendidikan dan sekolah harus turut
bergandeng tangan dengan polri dalam meminimalisir aksi kejahatan itu. ?
Jangan ada kesan Diknas cuci tangan Karen ada polisi. Cuci tangan ini yang
membahayakan, ? katanya.

TEMBAK DITEMPAT
Kebrutalan geng motor bukan saja dirasakan pihak kepolisian. Warga pun
kini mulai merasa gerah akan ulah mereka. Aksi mereka yang dilakukan
tengah malam, membuat rasa takut warga Bandung untuk jalan-jalan di malam
hari. ? kami merasa tak nyaman malam hari di bandung. Khawatir geng motor
nyerang dan merampas motor. Oleh karenya kami setuju kalau mereka yang
berbuat jahat tembak ditempat saja,? kata warga, Yunus,45,.

Hal sama diungkapkan tokoh masyarakat wilayah Bandung Timur. H. Muhamad
Husein dengan tegas meminta supaya polisi bertindak tegas kepada geng
motor ketika melakukan aksi kejahatan. ? kami pikir tak perlaku pusing
kalau sudah cukup bukti dan tertanghkap basah berlaku jahat tembak mati
saja,? katanya.

Tembak mati atau tembak melumpuhkan, merupakan stimulus jitu untuk
memberikan efek jera pada meraka. Namun, action polisi mengarah ke
penembakan itu belum, ada, sehingga ada kesan polri sangat menutup mata
akan kejahatan geng motor tadi. ? Geng motor yang diproses di perngadilan
tak akan memberikan efek jera. Ketika pelaku divonis bebas, rekan-rekannya
menyambut dan mengelu-eluka. Jika anggota geng motor ditangjap dan diadili
maka anggota itu menjadi pahlawan,? tegasnya.

Olehkarenya, untuk memberikan rasa aman pada warga dan tamu luar kota yang
dating ke bandung, tindakan tegas kepada anggota geng motor harus segera
dilakukan. ? Kami sangat prihatin bila ada tamu ke

Bandung kemudian tewas dibantai geng motor. Mereak telahg merusak citra
kota Bandung,? katanya, seraya menambahkan, warga luar kora yang ada di
bandung waspadalah bila jalan-jalan pada tengah malam.